Keluarga Korban Pembunuhan Histeris di Luar Ruang Sidang - Ditpolairud Polda Jambi

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

8.5.15

Keluarga Korban Pembunuhan Histeris di Luar Ruang Sidang


Selasa, 14 April 2015 SENGETI – Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Erik (16), warga Desa Kedotan, Kabupaten Muaro Jambi yang mayatnya ditenggelamkan di Sungai Batanghari, Selasa (14/4), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sengeti. Seperti sidang minggu sebelumnya, sidang hari ini juga diwarnai kericuhan. Beberapa orang kerabat korban terlihat berteriak-teriak di depan pintu ruang sidang. Bahkan ada yang mencoba menerobos masuk ke ruang sidang yang dijaga petugas kepolisian. “Hukum mati mereka,” teriak kerabat korban di luar ruang persidangan. Pengacara terdakwa juga menjadi sasaran kekesalan keluarga korban. “Hai pengacara, orang membunuh kok dibela,” teriak keluarga korban. Pantauan di lapangan, salah seorang keluarga korban juga sempat menangis histeris. Bahkan keluarga korban tersebut sampai harus ditenangkan oleh petugas kepolisian yang berjaga di pengadilan. Orangtua korban, Rudi Hartono, meminta agar para terdakwa dihukum mati. Bahkan ia tidak peduli dengan adanya terdakwa yang masih di bawah umur. “Umurnya saja yang masih kecil, tapi kelakuannya bukan seperti anak di bawah umur lagi,” tukasnya. Reporter : Sudir Putra Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Erik ini berawal dari penemuan mayat tanpa identitas di Sungai Batanghari tepatnya di Desa Manis Mato Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi.Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Subdit Gakkum Ditpolair Polda Jambi, diketahui korban dibunuh oleh 6 orang pelaku yaitu FS alias MF, AH, AA, IH, AD alias YN dan MA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here