Pelatihan Peningkatan Kemampuan SAR Perairan - Ditpolairud Polda Jambi

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

19.5.15

Pelatihan Peningkatan Kemampuan SAR Perairan

SATROLDA DITPOLAIR --- Sebanyak 21 personel Ditpolair ditambah 2 personel dari Satpolair Polres mengikuti pelatihan kewilayahan di bidang SAR yang dilaksanakan di SPN Jambi selama 1(satu) pekan dimulai pada hari senin tanggal 13 april 2015 s/d 18 april 2015 dengan fokus materi teknik water rescue. Penyampaian materi dibagi menjadi dua kelas, satu kelas dilaksanakan di Kolam renang kota baru, sedangkan satu kelas lagi disampaikan di ruang kelas SPN Jambi.

ketua team Instruktur SAR KOMPOL EKO BUDI, SH, MH mengatakan, penyampaian materi pada pelatihan SAR ini meliputi Water rescue, renang pertolongan, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) selain itu pada kesempatan ini pula peserta pelatihan diajarkan materi membaca peta dan pengoprasian perahu karet dan motor tempel.

Salah satu materi yang disampaikan pada pelatihan SAR ini adalah Water Rescue, ini meliputi teknik pertolongan di air, teknik evakuasi di air dan defans and relees atau teknik berhadapan langsung dengan korban yang panik, teknik defens and relees adalah teknik atau cara yang digunakan ketika si penolong atau rescuer berhadapan atau kontak langsung dengan korban. Korban di air, biasanya kalap dan panik. Sehingga benda apapun yang ada di sekitarnya akan dia raih untuk berpegangan supaya tidak tengggelam

selain instruktur dari Ditpolair Polda Jambi pelatihan SAR ini melibatkan juga anggota BASARNAS Jambi sebagai instruktur dan penyampaian materinya pun tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh para instruktur dari Ditpolair Polda Jambi. Mereka memberikan materi tentang tali temali dan cara pengoprasian perahu karet.

Sedangkan pembelajaran untuk materi evakuasi korban tenggelam adalahdengan cara diposisikan telentang, kemudian dibawa ke pinggir dengan cara berenang. Tangan kanan rescuer dimasukkan ke bawah ketiak kiri korban. Lalu, rescuer memegang dagu korban dengan tujuan menjaga posisi jalan nafas tetap aman dan tidak tenggelam ke air. Dengan posisi demikian, maka rescuer membawa korban dengan cara berenang menggunakan gaya gunting, atau miring,”

Penyampaian materi ini adalah sebagai bekal kepada para personel untuk dikemudian hari apabila personel melaksanakan giat SAR, jadi mereka sudah dibekali bagaimana cara teknik evakuasi korban dan termasuk cara pertolongan pertama kepada korban di air. “Rata rata, setiap kejadian masyarakat akan melapor ke markas unit patroli ataupun ke Satpolair Polres terlebih dahulu. Sehingga minimal mereka bisa bertindak cepat datang ke lokasi dan memberikan bantuan SAR kepada masyarakat secara Profesional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here