Poros Maritim (OPINI) - Ditpolairud Polda Jambi

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

11.5.15

Poros Maritim (OPINI)

Oleh: DR. Chryshnanda Dwilaksana * Salah satu kebijakan Presiden Joko Widodo adalah membangun poros maritim. Kebijakan presiden menyadarkan kita semua sebagai bangsa maritim, yang faktanya kita masih mengecilkan atau memunggungi laut. Makna poros maritim dalam konteks polisi dan pemolisiannya dapat dipahami sebagai fokus / perhatian yang menjadi centre of interest pada bidang maritim / kepulauan sebagai sumberdaya bangsa yang dijaga dan dipelihara dari berbagai ancaman, hambatan, tantangan maupun gangguan yang dapat merusak bahkan mematikannya. Kategori maritim dalam polisi dan pemolisiannya mencakup : sungai, yang menjadi jalur transportasi, danau, perairan, pelabuhan, penyeberangan, pantai, pulau-pulau terluar, perbatasan-perbatasan dengan negara lain. Perlakuan pemolisiannya pada prinsipnya sama to serve and to protect namun penanganannya bervariasi disesuaikan dengan konteks wilayah dan lingkungan, masalah dan potensinya. Apa yang semestinya dilakukan polisi dalam menjabarkan pemolisiannya dalam konteks poros maritim ? Polisi dengan pemolisiannya hendaknya memikirkan menuju, dari dan di wilayah-wilayah : "sungai yang menjadi jalur transportasi, danau, perairan, pelabuhan, penyeberangan, pantai, pulau-pulau terluar, perbatasan-perbatasan dengan negara lain" aman, selamat, lancar dan tertib. Artinya pemolisian yang berbasis wilayah, berbasis kepentingan dan berbasis dampak masalah yang mengedepankan kepolisian perairan (Pol Air), kepolisian udara (Pol Udara) dan polisi lalu lintas yang didukung fungsi-fungsi lainya membuat program-program unggulan di bidang maritim. Dari pendekatan lalu lintasnya aman, lancar selamat dan tertib. Dari pendekatan fungsional kepolisiannya pengamanan aset-aset / sumber daya kelautan dan penjagaan perbatasan, pengawasan kegiatan perekonomian, pembinaan sosial budaya dilakukan oleh pol air, pol udara sebagai ujung tombaknya. Sejalan dengan pemikiran tersebut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pengembangan pol air dan pol udara antara lain : 1. Pengembangan kantor-kantor dan pangkalan bagi pol air dan pol udara sebagai wilayah yuridiksi dan rayonisasi pendekatan wilayah, potensi dan masalah kemaritiman. 2. Peningkatan kuantitas dan kualitas personel pol air dan pol udara untuk mengawaki posisi-posisi pengembangan / pemberdayaan teknologi kepolisian. 3. Pembangunan + pengembangan infrastruktur, teknologi bagi pol air + pol udara untuk pengawasan, patroli, komunikasi dan informasi, komando dan pengendalian, sistem pendataan sebagai implementasi modernisasi kepolisian. 4. Pengembangan strutur organisasi pol air dan pol udara sesuai dengan konteks wilayah, fungsi dan penanganan dampak masalah. 5. Pembangunan program-program unggulan bagi pol air dan pol udara sebagai wujud profesionalisme dan modernisasi 6. Membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan (baik yang mandiri oleh kepolisiian maupun kerja sama dengan pihak luar) bagi pol air dan udara secara berjenjang dan bervariasi serta memberikan kesempatan yang luas untuk belajar di dalam maupun di luar negeri. 7.Perbaikan dan peningkatan pola-pola kepemimpinan, tugas-tugas bidang administrasi dan operasional serta selalu membangun kapasitas penguatan institusi (capacity building) sebagai bentuk kreatifitas dan inovasi. Pol air, pol udara dan polantas (polisi lalulintas) benang merahnya pada lalulintas yang aman, selamat, tertib dan lancar. Karena lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas maka polisi dalam menanganinya semestinya profesional, cerdas, bermoral dan modern. (Pamen Polri Pangkat Komisaris Besar Polisi *)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here