Latihan Tactical Ship Boarding dan Rummaging Techniques - Ditpolairud Polda Jambi

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

24.7.15

Latihan Tactical Ship Boarding dan Rummaging Techniques


Berdasarkan perkembangan situasi keamanan yang semakin komplek di wilayah perairan, Kepolisian Perairan dituntut harus semakin profesional dan berperan aktif dalam menghadapi perkembangan situasi kamtibmas. Dalam rangka menunjang terselenggaranya tugas pokok dan peran Polair, kesiapan para personil, material dan logistik sangat diperlukan dalam menjaga harkamtibmas di wilayah perairan, untuk itu perlu peningkatan kemampuan berupa pelatihan fungsi teknis Polair yang diantaranya adalah pelatihan tentang Taktik menaiki kapal dan teknik penggeledahan kapal (Tactical Ship Boardingand Rummaging Techniques).

Pelatihan tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolair Polda Jambi, KBP Yulius Bambang Karyanto. dengan Tim Instruktur AKBP Noerwiyanto, S.I.K. (Kasatrolda), AKBP Hely Helmanto, S.I.K. (Ksbdit Gakkum) dan KP Eko Budi, S.H., M.H. (Kasipatwalair). Pelatihan kali ini mengambil tema “Dengan Pelatihan Harkatpuan Polair kita tingkatkan Soliditas dan Profesionalisme Personil dalam rangka Harkamtibmas di Periran Jambi”. Dari tema tersebut, tujuan pelatihan kali ini adalah untuk meningkatkan soliditas dan kerjasama tim serta meningkatkan kemampuan/profesionalisme personil Polair dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan dalam harkamtibmas di wilayah perairan Jambi.

Pelatihan yang dilaksanakan di perairan Tanjung Jabung dan di Pulau Berhala dilaksanakan mulai hari Kamis s/d Sabtu (Tanggal 9 s/d 11 Juli 2015). Diikuti oleh para Komandan kapal dan ABK dengan jumlah keseluruhan 25 orang dengan melibatkan 3 unit kapal Tipe C2, antara lain : KP XXVI-2010 (Tim Alfa), KP XXVI-2011 (Tim Bravo), KP XXVI-2009 (Tim Charlie). Dirpolair selaku penanggung jawab mengawali pelatihan dengan memberikan APP kepada seluruh peserta di Markas Patroli Nipah Panjang, antara lain tentang : tujuan dan maksud pelatihan, teknik pelatihan/CB, materi pelatihan dan duklog yang digunakan serta hasil yang ingin dicapai.

Pada pukul 09.00 WIB Hari Kamis 9 Juli 2015, ketiga Unit Kapal bertolak dari dermaga Markas patroli menuju daerah latihan. Tim Alfa dengan Komandan kapal Aipda Mulyadi dan Perwira pengendali Kasubdit Gakkum, Tim Bravo dengan Komandan kapal Brigpol Alfurqon dan Perwira pengendali Kasatrolda dan Tim Charlie dengan Komandan kapal Brigpol Elfianto dan Perwira pengendali Kasipatwalair. Para peserta melaksanakan pelatihan dengan diawasi oleh Perwira pengendali, materi latihan antara lain : Olah gerak kapal, Ploting peta (penentuan posisi kapal), penguasaaan navigasi dan penggunaan alat navigasi di kapal, penggunaan Radio alkom kapal, taktik menaiki kapal dan teknik penggeledahan kapal (Tactical ship boarding and rummaging techniques) dan administrasi penyidikan.

Setelah berlayar sekitar 1 mil Kapal Tim Charlie menemukan kapal ikan GT 2 dengan Nakhoda Khayan, umur 41 tahun, alamat Parit VI Nipah Panjang yang sedang menarik jaring, setelah dilakukan pemeriksaan kapal tersebut tidak dilengkapi alat-alat keselamatan, kemudian Komandan kapal memberikan arahan/sosialisasi tentang pentingnya kelengkapan alat keselamatan selama berlayar. Pada pukul 11.00 WIB setelah mengapung sekitar 1 jam di perairan Selat Berhala, Radar Kapal Tim Bravo mendeteksi kapal yang melintas pada posisi 00 50’ 929” LS dan 1040 18’ 406” BT. Setelah dilakukan observasi kapal tersebut adalah kapal berbendera asing, kemudian Komandan kapal berkomunikasi dengan Kapten kapal target untuk mengurangi kecepatan dan meminta ijin untuk dilakukan pemeriksaan. Saat itulah kemampuan personel langsung diuji, seperti melakukan observasi kapal target, cara berkomunikasi dengan kapal target dan taktik menaiki kapal serta teknik melakukan pemeriksaan kapal. Dengan memperhatikan tinggi gelombang dan arah serta kecepatan angin, kapal patroli akhirnya berhasil mendekati kapal target, kemudian personel menaiki kapal target dengan tantangan ombak Tanjung Jabung mencapai 2 meter. Dari hasil pemeriksaan kapal didapat hasil antara lain : Nama kapal MV Fortune Island berbendera Kiribati GT 4.736 dengan Kapten Kapal Jonas Fernandus (Ambon), ABK berjumlah 19 orang semua berkebangsaan Indonesia, kapal berlayar dari Merak tujuan Singapura yang bermuatan Steel Coils (Bahan pembuat stainlesteel) sebanyak 2.175,257 MT, untuk dokumen kapal, jml ABK dan peralatan keselamatan lengkap.

Pada pukul 13.00 WIB di koordinat 040 46’215” LS dan 1040 03’ 244” BT Kapal Tim Alfa memeriksa dan menghentikan kapal penangkap ikan sebanyak 3 buah, yang sedang menarik jaring Trawl dengan Barang Bukti keseluruhan sebanyak + 70 Kg ikan jenis campuran. Setelah dilakukan pemeriksaan kapal tersebut diduga telah melanggar pasal 85 jo pasal 93 dan 95 UU No. 45 Tahun 2009 tentang perikanan. Kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah dan menggunakan alat tangkap yang dilarang. Selanjutnya kapal dibawa ke markas Kampung Laut Tanjabtim untuk diserahkan kepada Tim Gakkum guna pemeriksaan lanjutan. Pada pukul 17.00 WIB seluruh kapal sandar di dermaga Pulau Berhala untuk bekal ulang.

Keesokan harinya pelatihan dilanjutkan dengan materi ploting peta dan penguasaan alat navigasi dan penggunaan radio kapal untuk komunikasi antar kapal serta cara mengemudikan kapal yang dipraktekkan oleh masing-masing peserta dengan route Pulau Berhala, selat berhala dan terakhir sandar di dermaga markas patroli Nipah Panjang.

Untuk hari terakhir kapal bertolak dari dermaga markas patroli Nipah Panjang menuju Markas kampung laut dengan materi patroli dialogis terhadap kapal-kapal nelayan dan evaluasi materi pelatihan yang telah dilaksanakan. Hasil yang dicapai dalam latihan ini antara lain: meningkatnya kemampuan personel dalam mengemudikan kapal, bertambahnya kemampuan personel dalam menggunakan dan mengoperasionalkan peralatan navigasi dan alkom yang ada di kapal, meningkatnya keterampilan personel dalam menentukan posisi kapal dengan menggunakan peta laut yang ada di atas kapal, meningkatnya kemampuan tactical ship boarding dan yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatnya kerjasama tim dalam pelaksanaan tugas. Setelah kapal sandar di Markas Kampung Laut kemudian dilakukan pengecekan seluruh kapal dan ABK serta peralatan lainnya, oleh Dirpolair pelatihan tersebut dinyatakan selesai dan akan dilaksanakan anev terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan.

Arnavat Darpa Mahe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here