Bhabinkamtibmas Polair Kuala Tungkal Sambangi Ketua Kelompok Nelayan Tradisional - Ditpolairud Polda Jambi

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

4.5.16

Bhabinkamtibmas Polair Kuala Tungkal Sambangi Ketua Kelompok Nelayan Tradisional

Selasa, 03 Mei 2016.Pukul 12.00 Wib. Brigadir Maryono Selaku Bhabinkamtibmas Polair Kuala Tungkal Sambangi ketua Kelompok Nelayan Sinar Laut. Bapak H. Samad. Yang beralamat Jln. Bawal. Kelurahan Kampung Nelayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kedatangan Brigadir Maryono di sambut baik oleh ketua Kelompok nelayan Bapak H. Samad. Dalam kesempatan yang baik itu hadir juga Bapak Ambok Dalek Keluarga dari bapak H. Samad. Beliau dari Pangkal Duri Parit 15. Beliau berpropesi sebagai Petani.

Adapun giat yang dilaksanakan Brigadir Maryono, Meningkatkan kepercaan Masyarakat terhadap Polri, Menjalin hubungan Kemitraan dan Kekeluargaan dengan Bapak H. Samad. Dengan silahturahim hubungan yang selama ini baik akan menjadi lebih akrab dan selalu terjaga dengan baik.

Dalam pertemuan itu juga Brigadir Maryono dalam Upaya untuk menarik simpati masyarakat agar Polri di percaya tentunya ada beberapa trik yang menjadi andalan yaitu Merespon sekecil apapun informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Bhabinkamtibmas Polair yang bertugas diwilayah kelurahan Kampung nelayan dalam hal ini berkaitan dengan tugas Pokok Babinkamtibmas Perairan.

Tentunya beliau sangat senang mendengar apa yang di sampaikan oleh Bhabin Polair. beliau menyampaikan juga kalo bisa polair meningkatkan patroli pengawasan terhadap kapal -kapal ikan yang ber oprasi di sekitar togok, Namun Bapak H.Samad ( Ketua Kelompok Nelayan Togok ). mengatakan beliau terkadang malu sebagi ketua bila tidak dapat menyelesaikan masalah ini yang berujung permasalahan di serahkan kepada masyarakat / anggota kelompok. Masalahnya pelanggaran yang di lakukan oleh Kpl trol mini sudah sangat sering beroprasi di sekitar togok nelayan.

Dikhawatirkan akan timbul gesekan antar nelayan Trol dan Nelayan Togok, Bapak Samad juga mengatakan bagai mana Polair pengatasi masalah ini, misal ada kapal trol yang beroprasi di pingir kemudian di aman kan polair, masayarakat ingin tau bagai mama proses apa saja yang di lakukan Polair untuk membuat efek jera. Dan bapak Samad juga mengatakan masyarakat nelayan Togok merasa kurang percaya terhadap pengawasan di perairan khususnya masalah kapal trol mini yang membandel.

Penilaian nelayan kepada aparat perairan mereka masih belum puas dimana setiap melaksanakan patroli dan penertiban ke kpl nelayan yg bandel hanya sifatnya teguran dan pembinaan pada ahirnya mereka terus mengulanginya beroprasi di sekitar togok nelayan.

Menangapi hal tersebut Bhabin Polair menyampaikan perselisihan yang tidak segera diselesaikan / didamaikan tentu akan megangu aktifitas rekan2 Nelayan, karna dalam usaha mencari ikan menimbulkan rasa was-was/ Khawatir tidak adanya rasa aman yang di harapkan. Saya juga sampaikan akan lebih giat lagi melaksanakan binluh kepada nelayan pemilik kpl Trol dg cara menumbuhkan rasa kesadaran pada nelayan itu sendiri. Pentingnya sama2 saling jaga jarak antara nelayang Trol mini dan nelayan togok. Permen No 2 Tahun 2015, Sudah jelas melarang pengunaan Alat tangkap Jenis Trwal, hal ini tentunya di sikapi secara hati hati karna menyakut masalh perut.

Yang di khawatirkan Bapak H. Samad angotanya tersulut emosi karna permasalahan ini tidak kunjung terselesaikan, Pertemuan di dinas perikanan kemarin tidak membuahkan hasil. Efek jera membayar uang denda sepertinya tidak berjalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here